Tidak ada satu orang pun yang mau membantu seorang wanita yang sedang mengemis di jalanan ini. Sebenarnya, dia bukan pengemis, tapi ia kehilangan dompet dan ponselnya karena dicopet. Ditambah lagi dia bukan penduduk asli sana. Wanita ini sangat kelaparan sehingga mau tidak mau dia harus mengemis di jalan meminta belas kasihan.
Tiba-tiba seorang melewatinya dan langsung berhenti untuk bertanya, “apakah kamu pura-pura mengemis?” Wanita ini menjawab, “tidak, aku disini lagi mau ketemu teman, tapi pas di jalan dompet dan HP ku dicopet, jadi aku tidak bisa menghubungi temanku. Sekarang aku belum makan seharian.” Kemudian, pria ini meminta wanita ini untuk menunggunya sebentar.

Setelah kembali, pria ini memberikan sebungkus roti dan air mineral untuknya. Tidak lupa, pria ini juga memberikan sedikit ongkos untuknya supaya bisa menemui temannya. Hidup wanita ini terselamatkan berkat kebaikan hati pria ini.
2 tahun pun berlalu…
Terlihat pria ini sedang kebingungan di jalan. Pria ini kemudian menelpon dokter dan berkata, “pengobatan istriku tidak boleh berhenti, ya dok! Uangnya akan segera aku bayar, tolong tunggu sebentar.” Setelah itu, ia menelpon temannya untuk meminjam uang karena istrinya mau operasi, tapi temannya berkata tidak bisa.
Kemudian, seorang wanita yang sedang mengendarai mobil ini melihat pria ini sedang kebingungan di jalan. Ternyata wanita ini adalah wanita yang mengemis 2 tahun lalu. Ia mengenali pria ini dan segera turun dari mobil. Ia bertanya, “apa kamu masih ingat aku? 2 tahun lalu kamu memberikan aku roti dan uang disini.” Pria ini menjawab, “oh iya! Aku ingat! Ada apa ya?”
Wanita ini menjawab, “selama ini aku mencari kamu. Karena aku ingin berterimakasih atas bantuanmu 2 tahun lalu. Kamu sedang menelpon siapa tadi?” Lalu pria ini berkata, “tadi telpon teman mau pinjam uang.” “Uang? Buat apa?” kata wanita itu. Kata pria itu, “istriku sedang di rumah sakit dan butuh dioperasi cepat, tapi uangku kurang..” Lalu wanita ini tiba-tiba menyodorkan kartu kreditnya dan berkata, “pakai ini saja, anggap sebagai balas jasaku atas kebaikanmu dulu.” Awalnya pria ini menolak, tapi akhirnya diterima juga.
Pesan moral dari cerita di atas:
Pada saat kita memiliki kesempatan untuk membantu orang lain, bantulah mereka! Janganlah kita menghitung-hitung pahala atau mengharapkan balas budi. Balasan itu akan datang dengan sendirinya. Kita tidak perlu tahu dari mana dan dengan cara apa balas budi itu datang. Berbuat baiklah sebanyak mungkin karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.
Sumber: youtube