Setelah pernikahan, momen yang dinantikan pasangan selanjutnya ialah memiliki momongan. Tak dipungkiri bahwa semua pasangan di dunia ini sangat mendambakan kehadiran buah hati di tengah-tengah kehangatan keluarga mereka.
Dengan hadirnya sang bayi, rumah tangga seperti semakin manis dan lebih bahagia. Bahkan buah hati bisa menjadi ‘obat’ penghilang lelah para orangtua dikala lelah bekerja seharian.
Tapi sayangnya tak semua wanita bisa mengandung. Namun tentu saja mereka tidak putus asa begitu saja. Berbagai cara dilakukan, mulai dari melalui cara yang normal hingga tak wajar. Seperti apa yang dilakukan oleh para wanita di Guinena di Afrika Barat ini.
Mereka meminta bantuan seorang dukun bernama N’na Fanta Camara. Dari dukun ini, mereka kemudian mendapatkan ramuan herbal yang diklaimnya dapat membantu mereka hamil dan mudah melahirkan.
Untuk ramuan itu, Camara menetapkan harga sebesar $ 33 atau sekitar Rp 483 ribu per kunjungan. Terdengar murah, namun di Guinea nominal itu mahal karena gaji bulanan di sana rata-rata hanya sekitar $48, sebagaimana dilansir catatanislami.com.
Lalu bagaimana kinerja ramuan herbal tersebut?
Sangat memuaskan, karena para wanita yang meminum ramuan itu perutnya mulai membesar, menandakan kehamilan. Tapi berbagai efek samping harus dirasakan oleh mereka, seperti mual-mual dan muntah yang disertai diare.
Camara menjelaskan bahwa itu adalah hal biasa yang tak perlu dikhawatirkan. Jika ingin mengobatinya, Camara menyarankan untuk menemui Etienne Balamou, seorang teknisi laboratorium yang menjalankan klinik klandestin di Conakry.
Sampai akhirnya, beberapa pasien Camara memutuskan untuk memeriksa ‘kehamilannya’ di rumah sakit. Dan betapa terkejutnya mereka saat dokter menyatakan bahwa tidak ada bayi di rahim mereka.
Saat itu pula mereka tersadar bahwa mereka telah ditipu Camara.
Kejadian ini langsung dilaporkan ke otoritas setempat, dan tak butuh menunggu waktu lama Camara pun berhasil diringkus.
Bukan hanya dia, Etienne yang ikut bersekongkol dalam praktek ini yang disebut polisi sebagai ‘kaki tangannya’ juga turut diamankan.
Meski telah terbukti bersalah, Camara masih bersikeras bahwa yang dilakukannya itu tidak salah.
“Semua wanita ini datang menemui saya untuk perawatan. Saya bertanya kepada mereka semua jika mereka percaya kepada Tuhan sebelum memberi mereka obatnya, yang mereka ambil sendiri, secara sukarela,” ucapnya.
“Saya bekerja sangat keras untuk membantu mereka mewujudkan impian mereka tapi sisanya ada di tangan Tuhan.”